SERASI 1st 2026 Hadirkan Akademisi dari Tiga Negara, Bahas Bahasa dan Sastra di Era AI 

Universitas PGRI Madiun — Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menggelar Seminar Internasional Literasi SERASI 1st 2026, Rabu (19/8), kemarin. Seminar yang berlangsung secara hybrid di Laboratorium Terpadu Universitas PGRI Madiun dan melalui Zoom Meeting itu membahas tantangan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Seminar mengusung tema “Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia di Era AI: Mewujudkan Pembelajaran Humanis, Kritis, dan Adaptif”. Kegiatan menghadirkan empat pemateri dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Keempat pemateri tersebut yakni Prof. Dr. M. Rohmadi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Dwi Rohman Soleh dari Universitas PGRI Madiun, Assist. Prof. Dr. Anahita Ghanad dari Veritas University College Malaysia, serta Assist. Prof. Dr. Aminoh Jehwae dari Prince of Songkla University, Thailand.

Ketua pelaksana SERASI 1st 2026, Dr. Sigit Ricahyono, S.S., M.Pd., mengatakan seminar tersebut tidak hanya diarahkan sebagai forum diskusi akademik. Kegiatan itu juga menjadi wadah bagi mahasiswa pascasarjana yang telah menyelesaikan tesis untuk mengembangkan hasil penelitiannya menuju publikasi ilmiah.

“Seminar ini menjadi ruang bagi mahasiswa yang sudah menyelesaikan ujian tesis untuk publikasi,” ujar Dr. Sigit Ricahyono, S.S., M.Pd.

Menurut beliau, kehadiran akademisi dari perguruan tinggi luar negeri juga diarahkan untuk memperluas pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan seminar.

Dr. Sigit Ricahyono, S.S., M.Pd., menyebut SERASI akan diarahkan menjadi agenda tahunan. Selain itu, penyelenggara menyiapkan sejumlah tindak lanjut berupa pertukaran mahasiswa dan dosen, keterlibatan akademisi internasional dalam ujian tesis, penelitian bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Ke depan akan ada pertukaran mahasiswa dan dosen, kemudian ujian tesis yang dihadiri salah satu pemateri internasional, serta penelitian dan pengabdian bersama,” tambahnya.

Rangkaian seminar dimulai dengan pembukaan. Setelah sesi pembukaan dan sambutan, peserta mengikuti pemaparan materi dari pemateri nasional, kemudian dilanjutkan dengan materi dari akademisi Thailand dan Malaysia.

Setelah sesi pleno selesai, kegiatan berlanjut dengan presentasi paralel melalui enam breakout room. Sesi tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mempresentasikan dan mendiskusikan karya atau kajian yang berkaitan dengan tema literasi dan pendidikan bahasa dan sastra.

Pelaksanaan secara hybrid memungkinkan peserta mengikuti kegiatan secara langsung dari Laboratorium Terpadu Universitas PGRI Madiun maupun secara daring. Format tersebut juga mendukung keterlibatan pemateri dan peserta dari berbagai wilayah tanpa harus hadir secara fisik di lokasi acara.

Melalui SERASI 1st 2026, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Madiun menempatkan isu literasi, bahasa, sastra, dan budaya dalam konteks perkembangan AI sebagai bagian dari agenda akademik sekaligus membuka peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.